Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2020

Taripang

Penganan yang satu ini adalah kesukaan kami sekeluarga. Saya  biasanya membeli dari penjaja kue keliling dipagi hari. Rasanya manis karena disalut gula merah, paling pas di temani dengan teh hangat.Harga perbiji pun sangat terjangkau, penjaja kue disini biasanya menjual seribu rupiah, tapi kalau sudah masuk toko kue harganya beda lagi biasanya dua ribu rupiah per biji.

Kue ini sangat nusantara sekali, karena beberapa daerah mengenalnya dengan berbagai nama antara lain  gemblong, getas, kemplang, Sawalla.


Dinamakan Taripang, mungkin karena bentuknya mirip hewan laut yang namanya Teripang juga.

Bahan dasar membuat kue ini adalah tepung beras ketan hitam di tambah kelapa parut yang dicampur, diuleni kemudian di bentuk lalu di goreng terakhir di salut di gula merah .

Bagi saya , makan dua sudah sangat mengenyangkan.





Sabtu, 12 September 2020

Membangun Semangat Menulis

Tugas menulis kali ini lumayan menantang buat saya  yang sangat terbatas dalam menuangkan kalimat demi kalimat. Memang dunia menulis merupakan hal yang baru buat saya . Untuk memulai kadang saya  cukup dibuat pusing, duduk lama  menatap layar monitor laptop berusaha fokus untuk menguntai kalimat yang pas, dan kali ini saya  telah duduk kurang sejam dan satu paragraf pun belum selesai.


Sebagai pemula dengan minim referensi bacaan tentunya terasa sulit untuk membuat satu tulisan, dan ini saya sadari, tapi bukan berarti saya patah semangat untuk membuat tulisan, minimal menulis status di media sosial.

Banyak manfaat yang saya dapat dengan menulis, paling tidak apa yang terbersit di kepala dapat dituangkan, dengan menulis pun pelan-pelan saya bisa mengacu  untuk lebih banyak membaca walaupun  yang saya baca itu artikel yang ringan dan tidak jauh dari dunia sewing craft yang ada di media elektronik maupun media cetak.

Dan, semoga dengan mengikuti kelas belajar ini, saya bisa menulis lebih baik lagi.

Makassar, 12 September 2020


Kamis, 09 Juli 2020

Tugas Paling Mendebarkan : Review Tulisan Orang

Bismillah

Sedari kemarin kepala sudah terasa panas begitu mendapat tugas dari mentor menulis tentang mengedit tulisan teman, dan terasa berat karena yang akan aku edit adalah tulisan yang bagus sekali yang di review dengan apik oleh Mba Dea  tentang perjuangan dan semangat seorang yang bernama Helen Adam Keller dan Anne Mansfield Sullivan

Dan berkat tulisan mba Dea, aku pun jadi tahu sejarah Huruf Braille.

Pada paragraf pertama di kisahkan bagaimana Helen Keller yang masih bayi yang menderita penyakit sehingga menyebabkan cacat pada pendengaran dan penglihatannya. Selanjutnya alur setiap paragraf menggambarkan semangat guru Anne.

Tidak banyak yang saya ingin edit ditulisan tersebut,  pertama, hanya kata "manner" sebaiknya di ganti dengan istilah yang sesuai dengan bahasa Indonesia , atau kalau pun harus ditulis seperti itu mungkin sebaiknya ditulis dalam bentuk huruf miring (manner).

Kedua, kalimat "Helen mulai bangkit dengan pendampingan Poly Thomson". Disini kata "pendampingan" kurang bermakna jelas, dan siapa Poly Thomson pun tidak dijelaskan peranannya. Apakah sebagai guru menggantikan Anne Mansfield Sullivan yang sudah meninggal, atau sebagai kawan .

Secara keseluruhan kisah ini menarik, dan seperti yang aku tulis diatas, perjuangan, kasih sayang yang tulus serta semangat  yang tak pernah putus dapat kita dijadikan pembelajaran dalam hidup.Tidak ada kesia-sian apabila kita selalu berusaha dan berjuang.



Mba Dea maafkan diriku yang baru belajar ini. Yang jelas saya aku semua tulisan mba Dea.

Makassar, 9 Juli 2020






     

Jumat, 26 Juni 2020

Work Shop Menjahit Pertamaku

Bismillah.


Awal berkenalan dengan dunia jahit sebenarnya tidak di sengaja.Informasi work shop menjahit saya dapat dari akun facebook yang lewat di beranda. Wah, menarik ini menurutku. Lihat waktu dan tanggalnya , hmm sepertinya bisa ikut deh .Maka segera saya kontak penyelenggaranya yakni Mba Nana.

Tanggal 29 Januari 2016 jam 04.00 saya bergegas ke Bandara untuk mengejar pesawat paling pagi. Karena perhitungan saya perjalanan Makassar- Jakarta sekitar dua jam ditambah Bandara-Depok sekitar satu jam , kemacetan mungkin kecil karena masih pagi. Workshop mulai jam sembilan pagi.

Sepanjang perjalanan saya hanya berdoa agar biasa selamat sampai ketujuan (Depok), karena saya baru pertama kali berkunjung kesana, belum ada bayangan sama sekali. Hanya modal nekat aja. Dalam pikiran saya, kalau nyasar yah singgah nginap di Hotel. Balik besok ke jakarta .

Pas tiba di Bandara Soeta , saya teringat Saudara sepupu saya yang kebetulan lagi off kerja, akhirnya saya hubungi sepupu saya dan dia pun bersedia mengantar sampai di Depok. Alhamdulillah.

Perjalanan dari Bandara Soeta ke Depok dilalui dengan lancar, dan alamat yang diberikan cukup jelas tapi tetap mesti nanya sana sini juga sih, karena kami berdua baru juga berkunjung di kota Depok.
Dan saya tiba di lokasi workshop sekitar jam 09.30, work shop baru saja mulai.

Setelah berkenalan, saya pun mulai belajar menjahit. 

Ya ampun.....ternyata bayangan selama ini bahwa menjahit itu mudah saja , tinggal tekan pedal langsung jalan mulus adalah salah besar.
Sepanjang workshop, kegiatan saya hanya seputar benang dan jarum.Tiap kali injak pedal benang terlepas dari jarum dan saya pun sibuk hanya memasukkan benang di jarum.

Sampai tiba makan siang akhirnya saya sadar bahwa workshop ini ternyata untuk kelas lanjutan jadi teman-teman work shop hari itu adalah yang sudah mahir menjahit malah ada yang sering ikut pameran, dan saya yang baru mulai pun tertinggal jauh.

Sekian dulu cerita ini, nanti berikutnya saya lanjut lagi,



















GREEN TEA AND SWEET BEANS BY JEN KINGWELL (REVIEW BUKU)

    Bismillah Alhamdulillah , ada dua buku yang saya beli di bulan September ini, kedua buku tersebut adalah buku keterampilan   craft yang...